Bos Toyota Motor, Akio Toyoda, meminta maaf atas skandal di tiga grup perusahaan saat konferensi pers di Nagoya, Jepang pada 5 Februari 2024.
Jakarta, CNBC Indonesia – Tren industri otomotif di masa depan bisa menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Hal ini diperingatkan Kepala Toyota Motor Corporation Akio Toyoda.
Ini terutama jika fokus kendaraan di dunia, hanya berpusat pada kendaraan listrik. Mereka yang telah bekerja pada teknologi terkait mesin, termasuk pemasok di sektor tersebut, akan selesai.
“Ada 5,5 juta orang yang terlibat dalam industri otomotif di Jepang. Di antara mereka ada yang telah lama berkecimpung dalam bidang (pekerjaan) mesin,” kata Toyoda dikutip Reuters, Kamis (11/10/2024).
“Jika kendaraan listrik menjadi satu-satunya pilihan, termasuk bagi para pemasok kami, pekerjaan orang-orang itu akan hilang,” tambahnya seraya menambahkan bahwa ia menyukai kendaraan berbahan bakar bensin.
Perlu diketahui Toyota, produsen mobil terbesar di dunia berdasarkan penjualan, lebih berhati-hati dalam pendekatannya terhadap kendaraan listrik dibandingkan produsen lain. Hal itu terbukti membantu perusahaan saat ini di saat penjualan kendaraan listrik global cenderung melambat.
Dibanding listrik, Toyota lebih memilih untuk menggenjot kendaraan hibrid. Bahkan produksi akan terus bertambah, termasuk di pasar utamanya, Amerika Serikat (AS).
Toyoda sendiri pernah mengatakan kendaraan listrik paling banyak akan menguasai 30% pasar mobil global sementara sisanya didominasi kendaraan hibrida, bahan bakar hidrogen, dan BBM. Meski begitu, ia tidak menyebutkan jangka waktu untuk ramalan tersebut.
Toyoda menyampaikan komentar tersebut kepada wartawan saat peluncuran patung ayahnya, Shoichiro Toyoda, di Universitas Nagoya di Jepang bagian tengah. Toyoda senior meninggal pada usia 97 tahun di 2023, memimpin Toyota selama tahun 1980-an, ketika perusahaan tersebut mengubah bentuk pasar otomotif global, menjungkirbalikkan dominasi AS.
(sef/sef)